Tanpa Menginap, Kita Bisa Wisata Rusa di Hotel Rancamaya

Facebooktwitteryoutubeinstagramby feather

Matahari melepas kehangatan yang memberi semangat di pagi itu. Hari yang cocok untuk merengkuh semangat baru. Namun jangan lupa, selalu memakai masker. Virus mengintai siap menghancurkan niat baik kita untuk relaksasi dari kepenatan pembatasan sosial.

Tepat pukul 09.00, 14 Juli 2020, kami sekeluarga memacu kendaraan menuju R Hotel Rancamaya. Dari Kelapa Gading kami menyusuri Jalan Yos Sudarso, Jalan Jenderal Ahmad Yani, menuju pintu tol Cawang untuk masuk Tol Jagorawi. Kenapa tidak masuk Tol Wiyoto Wiyono di depan Artha Gading? Jawabannya, hemat Rp 10.000, hehehe

Hari itu, kami bisa berkendara maksimal 100km/ jam. Satu mobil dengan lainnya bisa menjaga jarak aman, sekitar 70-100 meter. Alhasil, 50 menit kemudian kami sampai di exit tol Ciawi. Artinya R Hotel Rancamaya yang berjarak sekitar 62 km dari Jakarta sudah tidak jauh lagi.

Baca Juga: Tips Travelling Di Tengah Merebaknya Virus Corona

Baca Juga: Mencoba Ritual Dan Belanja Kalap Ke Kuil Sensoji Asakusa

Suasana mulai berbeda saat melewati perempatan Ciawi. Deretan angkot yang ngetem menjelang dan sesudah lampu merah arah Sukabumi menjadi pemandangan yang wajib dimaklumi. Tak ada gunanya membiarkan klakson berteriak. Kita pun harus sabar mengekor dan jaga jarak di belakang truk tronton.

Keruwetan itu pada akhirnya terbayar tuntas saat memasuki gerbang utama Rancamaya Golf Estate. Jalanan lengang dinaungi pepohonan rimbun di kedua sisi, sepanjang area yang di dalamnya terdapat perumahan mewah dengan beberapa cluster, lapangan golf, dan tentunya R Hotel Rancamaya.

Patung rusa yang dibuat dari kayu di halaman R Hotel Rancamaya, Bogor, Jawa Barat.

Ngapain sih ke hotel? Emang mau nginep? Hahaha… siapa bilang ke hotel hanya untuk menginap??? Kami punya agenda banyak, tapi bukan untuk menginap.

Ketika sampai di hotel, mulailah kami menjalankan agenda. Cynthia langsung menuju café yang berada di Lobby Hotel. Setelah memesan hot cappuccino dia mulai bersiap mengeluarkan laptop untuk conference call.

Yang lain berhamburan di area taman hotel yang berada di area restoran. Cuacanya panas tetapi anginnya adem. Udaranya juga terasa segar dalam tiap tarikan napas. Tidak mengherankan sih, karena ada banyak pohon besar di sini. Belum lagi daerahnya 400 meter di atas permukaan laut dengan panorama Gunung Salak, Gede-Pangrango, dan Gunung Pancar.

Tak ingin melepas momen, Pety memisahkan diri mencari spot foto terbaik untuk mengabadikan produk @patriciaandriani.official. Sari dan Cisco menemani Oma jalan-jalan, yang memang telah lama ingin pergi ke R Hotel Rancamaya. Saya sendiri asyik mengagumi patung kayu. Patung yang menyerupai bentuk berbagai hewan tersebut tersebar di berbagai sudut taman.

Salah satu patung yang menarik perhatianku adalah patung berbentuk rusa. Lucu sekali. Ingin rasanya punya seperti itu untuk melengkapi taman kecilku di rumah. Patung ini pasti ada hubungannya dengan rusa-rusa yang ada di R Hotel Ranamaya.

Foto dulu di halaman R Hotel Rancamaya, Bogor, Jawa Barat.

Beri Makan Rusa

Ya, salah satu daya tarik tempat ini adalah konservasi rusanya. Rumah kami tidak jauh dari Istana Bogor. Walau ingin sekali melihat rusa di sana, tapi rasa enggan begitu besar tatkala cara melihatnya yang tidak nyaman. Nah, itulah mengapa kami kabur ke sini. Jauh, tetapi rusanya begitu dekat dan nyaman berinteraksi dengan mereka.

Bisa dikatakan, tujuan utama kami sih emang pengen liat rusa. Norak ya hahaha.. Tapi bagi sebagian orang, pengalaman berinteraksi dengan hewan liar seperti rusa emang menyenangkan. R Hotel punya Taman Rusa ini sejak Januari 2015.

Kandangnya tidak begitu luas, sekitar 300 meter persegi, tetapi cukup lega untuk tempat tinggal sekitar 25 ekor. Konon mereka didominasi oleh rusa jantan. Uniknya mereka tidak tinggal sendirian di dalam kandang. Ada sekitar 15 ekor angsa. Kedua kelompok besar ini walau dalam satu area tetapi hidup dalam kelompoknya sendiri.

Rusanya enggan mendekat kalau kita tidak membawa wortel. Tau aja nih

Rusa yang ada di sini adalah jenis rusa totol. Tampaknya sama dengan yang ada Istana Bogor. Disebut totol karena di badannya yang berwarna coklat terdapat totol-totol putih di sekujur tubuhnya. Nama ilmiahnya adalah Axis axis, yang dalam Bahasa Inggris juga disebut Chital deer, Axis deer, atau Spotted deer.

Hewan rusa totol putih yang bisa hidup sampai 30 tahun ini bukanlah asli Indonesia. Bisa sampai ke Bogor, karena Sir Thomas Stamford Raffles waktu tinggal di Istana Bogor mendatangkan rusa ini sekitar tahun 1814 dari India, yang juga adalah jajahan Inggris. Selain India, rusa setinggi 1,7 meter untuk sang jantan juga ada di Nepal, Bangladesh, Bhutan, Srilangka dan Pakistan.

Berduyun-duyun demi sepotong wortel. Gemes tapi tetap hati-hati ya…

Gemes sekali melihat para rusa yang beratnya sekitar 30-75 kg untuk jantan dan 25-45 kg untuk betinanya. Supaya bisa berinteraksi dengan mereka, kami membeli wortel di konter dengan harga Rp5.000.

Wortel menjadi daya tarik tersendiri bagi rusa. Tak butuh waktu lama, puluhan rusa yang di India disebut chital atau bintik-bintik menyerbu wortel yang kami sodorkan ke kandang. Rusa jantan terbesar dengan tanduk yang kekar tampak mendominasi. Tak jarang tanduknya menggesek pagar besi sehingga menimbulkan bunyi bising. Di sinilah fungsi penutup pagar sekitar 1,5 meter, sehingga tanduknya tidak bisa keluar kandang sehingga berpotensi melukai pengunjung.

Hap!!! Enak tenannn…
Sudah kenyang bukannya bobok2an, malah berkelahi adu kejantanan

Ketika wortel habis, rusa menjauh. Berkerumun di bawah pohon rindang di tengah kandang. Ada yang asyik menyendiri sambil mencari sumber air. Yang menarik, ada 2 rusa jantan adu ketangkasan. Saling menanduk memamerkan tanda kejantanan di hadapan para gadis. Pemandangan yang eksklusif, menoreh pengalaman tak terlupakan.

Di sekitar kandang, ada hewan lainnya. Ada burung dara, ada taman kelinci, dan taman luas dengan pohon besar menaungi kita. Ohya, jika datang bersama anak-anak kecil, ada area bermain juga loh.

Salah satu spot taman di R Hotel Rancamaya yang sangat indah

Jadi lumayan kan wisata ala-ala, walaupun tidak menginap di hotel, hehehe.. Tapi kalau ingin menginap di hotelnya juga boleh aja. Apalagi kalau sekalian olah raga golf, yang juga ada di area hotel.

Menurut data yang saya dapat. R Hotel Rancamaya adalah hotel bintang 4 yang dibuka Juli 2014 dengan 134 kamar dan 6 villa. Konsepnya family dan MICE gateway, sehingga hotel ini membidik keluarga dan mereka yang ingin mengadakan MICE dengan tempat yang tak jauh dari Jakarta. R Hotel Rancamaya adalah tempat wisata yang unik karena berada di kawasan hotel. Kita juga tak perlu bermacet-macetan ke Puncak untuk dapat menikmati kesegaran alam sambil berinteraksi dengan rusa dan hewan menggemaskan lainnya. Mau makan? Ada café dan restoran yang siap memanjakan perut kita. Capek? Tidak ada salahnya untuk menginap.

Facebooktwitterby feather
wawan
Tanpa rokok, kopi saya menenteramkan nalar dan hati. Sembari terus menggulat di bidang komunikasi. Dulu menulis, lalu belajar fotografi dan kini bermain dengan videografi. Semua dijalani karena panggilan dan semangat berbagi. Terima kasih untuk atensinya, Tuhan memberkati.
https://www.onetimes.id

Leave a Reply

Top